Apa jadinya bila film horor tapi syutingnya tidak sampai
tengah malam?bahkan dinobatkan sebagai produksi film yang sehat. Nah ini lah
yang menjadi salah satu alasan saya untuk menonton Ghost In The Cell.
Karena mendengarkan beberapa cuplikan wawancara
dari beberapa pemain yang promo di beberapa
tempat. Banyak yang bilang kalau syuting ini tidak sampai tengah malam. Nah
kaya Gimana film ini? Siapkan cemilannya ya kita bahas Bukan Review Film : Ghost
In The Cell
Film ini dimulai dari adegan sebuah kantor penerbit yang sedang dikejar deadline
dan dari situlah terjadi sebuah pembunuhan yang mana tersangkanya adalah
seorang wartawan yaitu Dimas yang sedang menulis sebuah kematian misterius di
Kalimantan alih alih menulis tentang penyalahgunaan sebuah pabrik. Nah pastikan
kamu ga terlambat masuk bioskop ya karena kengeriannya langsung gas di awal
film. Di sisi lain ada sebuah penjara dengan beberapa geng. Salah satunya
adalah geng Anggoro yang dikenal sebagai napi yang suka menolong orang lain.
Penjara inilah yang nantinya akan di huni oleh Dimas. Setelah Dimas hadir mulai
banyak beberapa pembunuhan aneh dan sadis. Anggoro lah yang mulai menyadari teror
pembunuhan ini mulai hadir setelah kedatangan Dimas. Ditambah lagi penjelasan
six salah satu anggota Anggoro yang melihat arwah korban yang selalu berjalan
ke arah Dimas dan memperhatikan bahwa korban selalu dibunuh bila auranya merah.
Kemudian Napi dan petugas lapas yang tersisa berusaha melakukan pencarian akar permasalahan si hantu inilah
yang menjadi jalan cerita film ini diserta dengan bagaimana cara agar hantu ini
segera pergi dari penjara.
Dalam film ini bukan
hanya harus menghadapi hantu yang kejam, tetapi juga petugas lapas yang sadis
dalam memperlakukan Napinya. Bahkan ketika pembunuhan mulai muncul mereka tidak
ingin kepolisian tahu dan berusaha menyelesaikan dengan caranya sendiri. Bagaimana akhirnya? Boleh lah ditonton sendiri ya…
Film ini menurut saya tidak menjual horror yang sama seperti
lain, karena pembunuhan dilakukan tanpa mengenal waktu siang maupun malam hari
tergantung bagimana emosi napi. Selain itu film ini begitu banyak pesan sosial
salah satunya terkait dengan beberapa kasus – kasus yang ada di Indonesia.
Maafkan karena saking menikmati film ini
jadi banyak dialog keren yang ge kecatet. Tapi jujur film ini lebih pas disebut
dengan film yang penuh dengan pesan sosial.
Satu fakta lainnya adalah kalau kamu penonton Film Pengepungan di Bukit Duri, maka film ini akan membuatmu bernostalgia karena tempat
syutingnya di satu tempat.
Semoga sedikit cerita tentang film Ghost In The Cell
ini bisa membuat kamu punya gambaran seperti apa film ini. Yang pasti percaya
dech kalau kamu teriak bukan karena ketakutan atau kaget, tapi lebih kepada
ngeri sama pembunuhan sadisnya tapi juga banyak banget adegan lucunya kok. Jadi
semoga masih ada waktu untuk menikmati film ini saat blog ini tayang.

Posting Komentar